Sistem Inovasi Tanam Silang untuk Perlindungan Ekosistem & Substrat Pesisir (SILANG-PESISIR)

APA ITU SILANG-PESISIR?
SILANG-PESISIR merupakan program konservasi lingkungan melalui penanaman dan perawatan vegetasi mangrove untuk membantu melindungi ekosistem serta substrat pesisir..

Gambar 1. Desain Sistem Inovasi Tanam Silang
1. Pendahuluan & Latar Belakang
Program SILANG-PESISIR adalah inisiatif konservasi lingkungan yang berfokus pada penanaman dan perawatan vegetasi mangrove. Program ini dilaksanakan di Kawasan Mangrove Wonorejo, Surabaya, dengan periode pelaporan dari Juli 2026 hingga September 2028.
Konservasi pesisir ini sangat dibutuhkan karena ekosistem pesisir rentan menghadapi berbagai tekanan lingkungan, antara lain:
- Abrasi dan Erosi: Mengganggu kestabilan substrat dan mengubah kondisi fisik kawasan pesisir.
- Habitat yang Tertekan: Perubahan lingkungan yang dapat mengancam kualitas habitat flora dan fauna.
- Kerusakan Fungsi Ekologis: Penurunan vegetasi dapat mengurangi dukungan terhadap keseimbangan ekosistem secara keseluruhan.
2. Fokus Utama Program
Program SILANG-PESISIR dirancang untuk mencapai empat tujuan utama:
- Perlindungan Substrat: Mendukung kestabilan pesisir serta mengurangi potensi erosi dan abrasi.
- Pemulihan Vegetasi: Menambah tutupan mangrove dan menjaga fungsi ekologis kawasan.
- Keanekaragaman Hayati: Mendukung keberlanjutan habitat flora dan fauna pesisir.
- Partisipasi Bersama: Mengajak para Perwira Pertagas untuk turut serta melalui donasi pohon.
3. Alur Pelaksanaan dan Peran Peserta
Pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi antara perusahaan, pekerja, dan masyarakat melalui alur berikut:
- Kampanye Donasi Pohon: Perwira Pertagas diajak berkontribusi dengan berdonasi sebesar Rp30.000 per pohon.
- Penanaman Mangrove: Dana yang terkumpul digunakan untuk mendukung kegiatan penanaman di kawasan pesisir Wonorejo.
- Perawatan Tanaman: Vegetasi yang ditanam dipelihara secara rutin agar dapat tumbuh dengan baik.
- Monitoring Berkala: Memantau jumlah tanaman, tingkat pertumbuhan, kelangsungan hidup (survival rate), serta kondisi lokasi.
Pembagian Peran Mitra:
- Perwira Pertagas: Berpartisipasi aktif melalui donasi dan kampanye kepedulian lingkungan.
- Pelaksana Kegiatan: Menangani proses penanaman, pemeliharaan, serta dokumentasi di lapangan.
- Masyarakat & Pemangku Kepentingan: Membuka peluang kolaborasi dalam hal perawatan dan pengelolaan jangka panjang kawasan.
4. Nilai Tambah dan Manfaat Program
Program ini memberikan berbagai dampak positif yang dikategorikan ke dalam tiga aspek utama:
- Lingkungan: Memberikan perlindungan pesisir dari abrasi, meningkatkan tutupan mangrove, melestarikan keanekaragaman hayati, serta mendukung potensi penyerapan dan penyimpanan karbon (carbon sequestration).
- Sosial & Ekonomi: Mendorong partisipasi aktif karyawan, membuka peluang keterlibatan masyarakat dalam perawatan, berpotensi mengembangkan wisata edukasi mangrove, serta mendukung ekonomi lokal berbasis lingkungan.
- Keberlanjutan: Menunjukkan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan, sejalan dengan komitmen Net Zero Emissions, serta membuka ruang kolaborasi riset dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian.
5. Keterkaitan dengan SDGs dan Indikator Monitoring
Untuk memastikan keberhasilan dan akuntabilitasnya, program ini diselaraskan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) serta indikator pemantauan berikut:
- SDG 1 (Tanpa Kemiskinan): Melalui pencatatan area rehabilitasi, berpotensi mendukung penghidupan masyarakat sekitar.
- SDG 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi): Melalui pemantauan pertumbuhan mangrove, mendukung keterlibatan ekonomi lokal dan wisata edukasi.
- SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim): Melalui pencatatan jumlah pohon dan estimasi dampak lingkungan/karbon untuk mitigasi perubahan iklim.
- SDG 15 (Ekosistem Daratan): Melalui pengukuran tingkat kelangsungan hidup tanaman (survival rate) guna memulihkan ekosistem dan keanekaragaman hayati daratan/pesisir.